Thursday, April 28, 2016

Refleksi Ujian Sekolah & Ujian Nasional Sub Rayon 01 SMK Kab Lumajang

Refleksi ini saya coba susun berdasarkan apa yang saya rasakan sebagai pelaksana kegiatan Ujian Akhir sebagai tanda berakhirnya siklus pendidikan SMK dalam kurun waktu 3 tahun.

Kegiatan seperti ini sebenarnya sudah setiap akhir tahun pelajaran pasti dilaksanakan oleh sekolah, namun akhir tahun pelajaran ini memang banyak hal baru, yang paling utama adalah akhir tahun pelajaran ini 2015/2016 merupakan produk pertama dari Kurikulum 2013 (K-13).

Dan seterusnya....yang sebenarnya banyak cerita dan pengalaman yang didapatkan....namun tidak semuanya dapat saya tuliskan karena ada hal-hal spesifik yang mengharuskan untuk tidak dituliskan....
semoga ditahun tahun yang akan datang pendidikan akan lebih baik, kurikulum akan lebih baik, aturan akademik akan lebih baik, proses akan lebih baik.......

catatan sebagian refleksi bisa dilihat disini

Friday, April 15, 2016

Pedoman Pencetakan Blanko Ijazah Tahun 2016

Rupanya sudah ada pedoman pencetakan ijazah untuk pendidikan dasar dan menengah tahun 2016, namun ini yang jelas bukan untuk sekolah melainkan untuk bagian yang mencetak ijazah.

untuk sekolah khususnya SMK pelaksana Kurikulum 2013 yang ditunggu adalah bagaimana daftar nilai yang akan tercetak dibelakang ijazah nanti.
karena pada struktur kurikulum 2013 SMK mata pelajaran terdiri dari :
kelompok A
kelompok B
kelompok C1 dasar bidang keahlian
kelompok C2 dasar program keahlian
kelompok C3 paket keahlian

pada kurikulum sebelumnya daftar nilai dibelakang ijazah itu terdiri dari :
kelompok Normatif
kelompok Adaptif
kejuruan

lha  pada K13 struktus jelas seperti diatas, namun pada pelaksanaan Ujian naional untuk kejuruan ternyata hanya meliputi kelompok paket keahlian, pertanyaannya dikemanakan kelompok C1-C2 ?
nah jika nanti pada daftar nilai ijazah masih seperti kurikulum sebelumnya maka untuk kejuruan hanya ada satu nilai yaitu Kejuruan....yang merupakan kumpulan nilai apa saja? C1-C2-C3 atau C2-C3 atau C3 saja ?

belum lagi tentang keberadaan nilai Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan

apapun bentuknya nanti yang jelas sekolah harus siap siap saja.......

pedoman pencetakan ijazah bisa donlot disini

Monday, February 22, 2016

Draft Domnis Pelaksanaan UN SMK TP 2015-2006

Ini baru draft.....entah kapan adanya yang beneran......

klo mau donlot bisa disini Draft Domnis Pelaksanaan UN SMK TP 2015-2006

Thursday, February 11, 2016

Index Integritas Ujian Nasional

IIUN UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP INTEGRITAS DARI SEKOLAH
Diposting pada: Rabu, 30-12-2015 | Hits : 3443 | Kategori: SMK
22

Jakarta, PSMK-- UN selama ini sangat rentan terhadap kecurangan. Dan,kecurangan itu berdampak sangat buruk bagi siswa dan masa depannya. Siswa yang curang diuntungkan sementara, tetapi dirugikan dalam jangka panjang; dia, sebenarnya, belum kompeten tetapi dianggap kompeten, sehingga dia sendiri yang akan merugi. Dengan kecurangan itu pula nilai sekolah yang tak bagus menjadi lebih tinggi daripada sekolah yang bagus. Nilai daerah yang sebetulnya masih sangat membutuhkan pembinaan dan peningkatan mutu justru terlihat lebih tinggi dibanding daerah yang telah baik mutunya. Kondisi ini tak bisa dibiarkan, harus dihentikan.
Karena itulah Kemendikbud melahirkan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN). Ini terobosan terpenting Kemendikbud 2014-2019. Juga, sejarah baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Untuk pertama kalinya negara mengakui kecurangan yang terjadi dalam UN, hal yang selama ini ditutup-tutupi. Dengan adanya IIUN, masyarakat tak usah lagi mengadu soal kecurangan dalam UN; negara sendiri yang mengakui dan melaporkannya melalui IIUN.
Kemdikbud bertekad untuk membuka setiap kecurangan yang terjadi dalam UN. Tak sekadar mengakuinya, negara juga mengukurnya. Karena itu mulai tahun 2015 laporan UN selain berisi angka juga memuat laporan kualitatif tambahan berupa deskripsi atas angka yang diperoleh siswa dan dekomposisi atas skor yang diperoleh siswa tersebut. Selain mengukur siswa, IIUN juga berfungsi untuk mengukur integritas sekolah. Misalnya, suatu sekolah mendapat indeks integritas 85 maka dapat disimpulkan bahwa di sekolah tersebut memiliki indikasi sebesar 15% telah terjadi kecurangan. Jadi, semakin besar nilai indeksnya, tingkat kejujuran di sekolah tersebut makin tinggi (lihat Matrix IIUN & Capaian UN).
Kemendikbud telah mengumum- kan hasil IIUN 2015. Mendikbud mengakui secara nasional unsur integritas dalam pelaksanaan UN masih rendah. Baru ada tujuh provinsi yang berhasil meraih indeks integritas tertinggi untuk SMA/SMK atau sederajat. Peringkat pertama diperoleh DI Yogyakarta, selanjutnya berturut-turutBangka Belitung, Kalimantan Utara, Bengkulu, Kepulauan Riau, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemendikbud lebih mudah melaksanakan program intervensi bagi daerah yang memiliki nilai UN rendah dengan modal integritas tinggi.
Intervensi yang dilakukan dapat berupa pembinaan prestasi akademik. Bagaimanapun yang namanya ujian, kalau integritasnya itu tidak terjaga, makna ujianya itu lalu hilang karena ujian itu harus mencerminkan adanya integritas. Ke depan, baik nilai UN maupun IIUN akan menjadi penentu kualitas pendidikan selanjutnya. IIUN ini dapat diketahui siswa, orang tua, guru dan kepala sekolah, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan. Maka, masyarakat dapat memilih kualitas sekolah yang lebih baik bagi anaknya. Angka UN tidak semata-mata menjadi patokan dalam memilih sekolah, tetapi juga indeks integritasnya. Nilai UN yang tinggi Otomatis menjadi tidak bermakna jika sekolah tersebut memiliki nilai integritas yang rendah. Sebaliknya, jika indeks integritas tinggi justru akan menaikkan nilai atau bobot angka UN yang diraih. Kita ingin agar perilaku jujur dan integritas menjadi sebuah norma baru di Indonesia.

Sumber : KILASAN SETAHUN KINERJA KEMENDIKBUD
Posted by Arie Wibowo Khurniawan